Informasi Haji 2011 PCI NU Sudan

Berita terbaru mengenai Haji 2011 Safarina Travel PCI NU Sudan. Silahkan klik judul di atas untuk selengkapnya.

Pelantikan PCINU Sudan 2011-2012

Acara Pelantikan PCINU Sudan 2011-2012 di Wisma NU Sudan. Silahkan klik judul di atas untuk selengkapnya.

Eksistensi NU di Era Modern

Acara HARLAH NU yang mengangkat tema Eksistensi NU di Era Modern. Silahkan klik judul di atas untuk selengkapnya.

JSQ NU Sudan Hadiri Dukungan untuk Sudan

Jamiyyah Syifa’ul Qulub hadir dalam undangan Jaliyyah al-Arabiyyah wal Islamiyyah di Sudan. Silahkan klik judul di atas untuk selengkapnya.

Pelantikan NU Sudan Masa Khidmat 2010-2011

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Khartoum Sudan masa Khidmat 2010-2011 resmi dilantik. Silahkan klik judul di atas untuk selengkapnya.

"HAMKA" Diskusi Reguler LAKPESDAM NU Sudan

Acara Diskusi Reguler LAKPESDAM NU Sudan kali ini mengangkat sosok HAMKA. Silahkan klik judul di atas untuk selengkapnya.

Selasa, 15 Januari 2013

Menteri Wakaf Sudan Terima Kunjungan PCINU


Khartoum, (NU Online)
Menteri Wakaf dan Irsyad Sudan DR Muhammad Mustofa Al-Yakuti menerima kunjungan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) di Kantor Kementerian Wakaf dan Irsyad di Khartoum, Rabu (9/1).

Pada pertemuan tersebut turut hadir Mustasyar PCINU Sudan DR Muhammad Sulaiman selaku Ketua Majlis Dakwah Kementerian Wakaf dan Irsyad, Rais Syuriyah PCINU Mirwan Akhmad Taufiq, Wakil Rais Syuriah Abdussalam, Wakatib Syuriah Zainul Alim dan A’wan Lian Fuad.

Rais Syuriyah menyampaikan rasa terima kasih kepada Menteri yang telah menerima kami atas nama Pengurus NU Sudan, dan memperkenalkan Nahdhatul Ulama lebih dekat lagi kepada bapak menteri, dan menyampaikan gagasan acara pertemuan sufi internasional yang dimotori oleh Jam’iyyah Ahlit Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah yang akan diadakan di Indonesia Mendatang.

Nahdlatul Ulama adalah Organisasi kemasyarakatan yang terbanyak pengikutnya, yang memiliki tujuan menjaga ajaran-ajaran ahli sunnah wal jamaah, memiliki lembaga dan lajnah, diantaranya terdiri dari Jam’iyyah Ahlit Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah yang berkecimpung menangani thariqah-thariqahnya di Indonesia yang  saat ini dipimpin oleh Habib ali Lutfi bin Yahya. 

Menindaklanjuti pertemuan internasional sufi di Kota Malang, lanjut mirwan, Para Ulama bersepakat untuk membuat jaringan thariqah se-dunia yang disebut “Majma’ As-Sufi Al-Alami”, dengan tujuan menjalin tali silaturahim, menyatukan thariqah di berbagai belahan dunia yang belum terorganisir serta semangat untuk megakkan kalimat tauhid dan mempelopori terwujudnya perdamaian dunia.

Selain itu, Menteri Wakaf dan Irsyad Sudan juga menyampaikan rasa bahagia dan senang, ketika mendengar sekilas dakwah perjalanan Nahdlatul Ulama di Indonesia.

Kami merasa bahagia bisa bertemu dengan PCINU Sudan, dakwah yang dibawakan oleh Nahdlatul Ulama yang menganut paham Ajaran ahli sunnah wal jamaah, dengan mengikuti 4 mazhab dalam fikih, Imam Ghazali dan Imam Junaidi dalam Tasawuf, Abu Musa Al-As’ari dan Abu Hasan al-maturidi dalam bidang teologi, bisa diterima di masyarakat sehingga banyak dari manusia dapat masuk Islam melalui dakwah-dakwah tersebut.

“Kita selaku hamba Allah SWT dituntut untuk berdakwah, mengajarkan kepada manusia ajaran-ajaran yang dibawa oleh Allah dan Rasulnya untuk menghidupkan citra Islam Rahmatan Lilalamin dan itu termaktub dalam Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

“Pertemuan ini semoga hubungan baik antara Sudan dan Indonesia dapat terjalin dengan baik dan kita akan mengundang PCINU Sudan dalam kegiatan-kegiatan atau even-even nanti,” tambahnya.

PCI NU Sudan Lepas Delegasi Pertemuan Sufi di Indonesia

Khartoum, (NU Online)
PCI NU Sudan melepas keberangkatan Sheikh Umar Sheikh Idris Hadroh, (mantan Dirjen Dakwah Islamiyah Sudan) dan Sheikh Muhammad Sulaiman Muhammad Ali (Dirjen Dakwah Islamiyah Sudan), anggota Majlis Ta'sisi Pertemuan Sufi International yang diselenggarakan oleh Jamiyyah Ahlu Thariqah al Mu'tabarah An Nahdliyyah (Jatman).

Mereka bertolak dari Khartoum menuju Jakarta dengan Etihad Airways, hari Sabtu, 12 Januari 2013 dan tiba di Jakarta hari Ahad, 13 Januari 2003.

Sheikh Umar sangat senang sekali dan antusias untuk bisa memberikan peran dalam kesuksesan pertemuan Sufi International nanti.

"Saya sangat mendukung acara ini dan nanti semua tokoh-tokoh sufi terkenal Sudan juga dapat memberikan sumbangsih yang besar dalam suara sufi di mata dunia," ujar Sheikh Umar disela-sela perbincangannya dengan Mirwan Akhmad Taufiq Rais Syuriyah dan Zulham Qudsi Katib PCI NU Sudan.

"Saya setiap malam, saat sahur, Wallahi, selalu mendoakan semua umat Islam dan khususnya Indonesia dan Sudan, Wallahi," tambahnya dengan serius sebelum melangkah masuk ke bandara.

Seminggu sebelum keberangkatan Sheikh Umar dan Sheikh Muhammad Sulaiman berkunjung ke pusat-pusat thariqoh di Sudan, diantaranya Ummurikhi tempat tumbuhnya Thoriqoh Sammaniah di Sudan dan juga menghadiri peresmian masjid Sheikh Al Jeili, tempat berkumpulanya para Thoriqoh yang bersumber dari Thoriqoh Qodiriyah.

"Semua warga Sudan itu NU, sebab Sudan negara warna hijau, warga sufinya semua memakai pakaian hijau," ujar Rais Syuriyah dalam perjalanan pulang.

Doa warga NU semoga sheikh Umar dengan Sheikh Muhammad selamat sampai tujuan dan dapat bergabung dengan para masyaik di Indonesia. Dan semoga Thoriqoh-thoriqoh di seluruh dunia dapat menyuarakan Islam Rahmatan lil alamin dalam menjaga nilai-nilai kemanusian dan perdamaian dunia.

Senin, 27 Agustus 2012

PCINU Sudan Lestarikan Budaya Halal Bihalal

 

Halal bihalal ini adalah merupakan fenomena budaya saling memaafkan yang terjadi di tanah air Indonesia dan telah menjadi tradisi di negara-negara rumpun Melayu, karena dalam perjalanan kehidupan bermasyarakat, manusia senantiasa tidak bisa luput dari kesalahan atau dosa yang telah dilakukan terhadap sesamanya.

Pada moment Idul Fitri, PCINU Khartoum Sudan menyelenggarakan acara halal bihalal bagi warga negara Indonesia sekaligus pembukaan pengajian Al-Hijrah yang diselenggarakan PCINU Khartoum Sudan dua minggu sekali pada hari Jum’at (24/08) di KBRI Khartoum Sudan.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan mahasiswa, pekerja, Nahdliyyin, Muslimat NU Sudan dan seluruh warga negara Indonesia yang berdomisili di Sudan.

Mustasyar PCI NU Sudan Muhammad Shohib Rifa’i dalam sambutannya menyampaikan bahwa halal bihalal adalah acara yang selalu dilaksanakan dari tahun ke tahun, maka dari itu ia mengajak semuanya menjaga agar acara halal bihalal dan pengajian Al Hijrah khususnya selalu istiqomah, tetap berjalan di bumi Sudan.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Kang Miftah sebagai ketua tanfidziyah PCI NU Sudan. Ia menyampaikan kesholehan spiritual manusia hendaknya selalu diimbangi dengan kesholehan sosial yaitu dengan saling memaafkan dan berbuat baik antar sesama.

Halal bihalal ini juga untuk mempererat hubungan silaturahmi antara warga Nahdliyyin dan warga negara Indonesia, ujar kang Miftah. 

Mau’izoh hasanah yang disampaikan Ketua LDNU Khartoum Sudan Miftahul Anwar, yang menyampaikan ketika ikhlas memaafkan kesalahan orang lain, maka hati akan lega dan jiwa menjadi tenang, tubuh pun akan menjadi rilek. Begitupun sebaliknya kalau marah atau tidak ikhlas memaafkan maka tekanan darah akan naik detak jantung menjadi cepat, jiwa bisa menjadi gelisah dan tubuh pun menjadi tidak tenang.

Kang Anwar begitu akrab disapa, menyinggung budaya halal bihalal yang sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW, Sambunglah orang yang telah memutus tali silaturahmi, berilah orang yang bakhil kepadamu dan maafkanlah orang yang mendholimimu.

Acara diakhiri dengan doa oleh Rais Syuriyah Mirwan Akhmad Taufik dan salam-salaman seluruh warga negara Indonesia yang diiringi dengan sholawat nabi.